Torino vs Milan

Prediksi: Torino vs Milan, Misi Balas Dendam

AC Milan akan menghadapi ujian yang cukup berat kala bertandang ke Stadio Olimpico Grande, markas Torino dalam lanjutan game week ke 20 Serie A pada tanggal 17 Januari 2017 dan dimulai pada pukul 02.45 WIB. Tentu, ‎Il Toro mengusung misi balas dendam lantaran pada hari Jumat, 13 Januari 2017 lalu, mereka terpaksa menelan kekalahan tipis 2-1 di San Siro dalam babak 16 besar ajang Coppa Italiana, yang sekaligus menyingkirkan Torino dalam ajang tersebut.

Torino vs Milan
Torino mengusung misi balas dendam kala berhadapan dengan Milan dinihari nanti

Sejauh ini, I Rossoneri baru menjalani 18 laga dan masih tertahan di posisi kelima dengan hanya memperoleh 36 poin saja dari catatan 11 meraih hasil maksimal, tiga hasil seri dan harus menelan kekalahan sebanyak empat pertandingan. Terpaut hanya empat poin saja dari Lazio yang menempati urutan keempat dan berselisih lima angka dari Napoli yang bertengger di posisi ketiga.

Itu berarti, bahwa Milan akan mampu menggeser kedua klub diatasnya, apabila pada hari Selasa dinihari nanti mampu meraih hasil sempurna. Begitu pula dengan tabungan satu pertandingan melawan Bologna pada pekan ke 18 yang harus ditunda lantaran, Milan harus melawan Juventus dalam partai final Coppa Super Italiana di Doha, Qatar pada bulan Desember 2016 lalu.

Sedangkan, Torino sudah melakoni laga sebanyak 19 kali dan hanya mampu mengumpulkan poin sebanyak 29 angka. Dengan poin sebanyak itu, I Granata harus puas berada di urutan ke sembilan tabel klasemen, hanya terpaut satu angka saja dari Fiorentino yang pada Senin dinihari tadi mampu mengalahkan sang juara bertahan Il Bianconeri dengan skor tipis 2-1.

Sehingga, Torino harus meraih kemenangan di depan para pendukungnya sendiri untuk secara perlahan memperbaiki klasemen dan tentu saja memberikan senyuman bagi para supporter yang datang memenuhi stadion nantinya. Terlebih membayar kekalahan di ajang Coppa Italiana pada hari Jumat lalu.

Laga antara Torino melawan AC Milan diprediksi akan berjalan dengan ketat. Tuan rumah yang mengusung misi balas dendam akan menghadapi tim tamu yang saat ini tengah onfire. Menarik untuk menyaksikan pertandingan pada hari Selasa dinihari nanti.

Prediksi Line Up Torino vs Milan

Kedua tim sama-sama mengusung kemenangan, sehingga kedua manajer akan menurunkan skuat terbaiknya demi mewujudkan hal tersebut. Pelatih Torino, Sinisa Mihajlovic akan mengandalkan para pemain berkualitas untuk mengisi starting eleven timnya. Begitu pula dengan manajer Milan, Vincenzo Montella.

Stadio Olimpico Grande Torino
Stadio Olimpico Grande akan menjadi venue laga antara Torino melawan AC Milan

Mihajlovic tetap menerapkan formasi 4-3-3 dengan Andrea Belotti, Juan Iturbe dan Adem Llajic mengisi barisan depan yang diharapkan mampu merusak lini pertahanan lawan. Di lini tengah, terdapat nama Marco Benassi, Mirko Valdifiori dan Daniele Baselli. Sementara di lini belakang diperankan oleh De Silvestri, Rossettini, Moretti dan Barreca. Untuk urusan penjaga gawang, sepenuhnya diserahkan oleh Joe Hart.

Dari kubu tamu, Montella juga menggunakan formasi yang sama dengan Lapadula, Bonaventura, Suso yang berperan di lini serang. Kucka, Sosa, dan Bertolacci akan berbagi peran di lini tengah permainan agar mampu menguasai jalannya pertandingan. Di lini pertahanan, De Sciglio, Paletta, Gomez dan Abate kembali dipercaya. Dan nama Donnarumma tetap menjadi pilihan utama sebagai penjaga gawang.

Head to Head Torino vs Milan

Berdasarkan lima pertemuan terakhir kedua tim di semua ajang, tim tuan rumah belum mampu sekalipun mengalahkan Milan. Torino hanya berhasil menahan imbang sekali dan empat sisanya harus mengakui kehebatan lawan.

Torino vs Milan
Torino vs Milan akan tersaji di hari Selasa dinihari nanti

Pertemuan terakhir kedua tim terjadi di San Siro dalam ajang babak 16 besar Coppa Italiana yang berakhir dengan kedudukan 2-1 untuk keunggulan tim tuan rumah dan sekaligus menyingkirkan lawan di ajang itu. Sementara laga terakhir yang dihelat di markas Torino pada bulan Oktober 2015 silam, hanya berakhir imbang dengan skor satu sama.

Swansea City vs Arsenal

Prediksi Swansea City vs Arsenal, Perbaiki Posisi Klasemen

Endorsements: Arsenal akan menghadapi ujian yang cukup berat kala bertandang ke Liberty Stadium, markas Swansea City dalam lanjutan game week ke 21 Liga Primer Inggris. Pasalnya, The Swans tengah dalam performa yang kurang ampik dalam lima pertandingan terakhir. Dimana, tim asuhan Paul Clement hanya menorehkan satu kemenangan saja dan menelan kekalahan sebanyak empat laga.

Swansea City vs Arsenal
Swansea City melawan Arsenal pada akhir pekan nanti

Kini, Swansea City hanya bertengger di urutan ke 19 dengan hanya mampu mengantongi 15 poin saja. Posisi tersebut tentu merupakan zona degradasi. Terpaut hanya dua poin saja dari dasar klasemen dan satu angka dari Crystal Palace yang berada di urutan ke 17. Sehingga, Llorente dkk harus meraih kemenangan demi keluar dari zona merah.

Sementara itu, dari kubu tamu, The Gunners harus terlempar dari zona Liga Champions. Tim asuhan Arsene Wenger kini menempati posisi kelima dengan hanya menorehkan angka sebanyak 41 poin saja. Lantaran pada pekan sebelumnya, Arsenal hanya bermain imbang kala bertandang ke markas Bournemouth. Bahkan, mereka hampir saja kalah lantaran sudah tertinggal 3-0 hingga menit ke 60 dan masih tertinggal 3-2 di menit-menit akhir pertandingan. Beruntung, Olivier Giroud kembali tampil menjadi pahlawan.

Kini, Meriam London terpaut satu poin dari Tottenham Hostpur dan Manchester City yang sama-sama mengantongi 42 poin di urutan ketiga dan keempat. Dan hanya berselisih tiga angka saja dari Liverpool yang menduduki urutan kedua. Namun juga hanya terpaut dua poin saja dari Manchester United yang berada di urutan keenam.

Sehingga, kedua tim akan sama-sama mengincar kemenangan demi mampu memperbaiki posisi mereka masing-masing di tangga klasemen sementara Liga Inggris. Dengan demikian, dapat diprediksi bahwa laga akan berjalan dengan sangat ketat dan tak sedikit akan terjadi pelanggaran.

Berita Bola Adu Strategi Clement vs Wenger

Berita bola terkini: Duel antara Arsenal melawan Swansea City diperkirakan akan berjalan dengan sangat menarik. Mengingat, kedua tim sama-sama mengincar poin penuh agar dapat memperbaiki posisi di tabel klasemen. Sehingga, masing-masing pelatih baik Paul Clement maupun Arsene Wenger akan menurunkan skuat terbaiknya.

Paul Clement vs Arsene Wenger
Paul Clement akan beradu strategi dengan Arsene Wenger

Clement akan menerapkan kembali formasi 4-3-3 yang terbukti ampuh mengalahkan Crystal Palace pada pekan lalu. Llorente, Wayne Routledge dan Gylfi Sigurdsson akan kembali dipercaya di lini serang, demi mampu mengobrak-abrik lini pertahanan lawan. Tiga gelandang kreatif akan diperankan oleh Jay Fulton, Sung-Yeung Ki dan Jack Cork.

Lini pertahanan, Federico Fernandez akan berduet dengan Alfie Mawson untuk menjaga kedalaman. Neli Taylor diposisikan di sebelah kiri dan Kyle Naughto di sebelah kanan. Lukasz Fabianski kembali dipercaya untuk berjaga dibawah mistar gawang.

Sedangkan Wenger mengandalkan Giroud di posisi striker dalam formasi 4-2-3-1. Alex Iwobi, Aaron Ramsey dan Alexis Sanchez mengisi kekuatan tengah Arsenal. Francis Coquelin kembali dipercaya di lini tengah, lantaran Elneny tengah membela tim Nasional Mesir dalam turnamen Piala Afrika. Gelandang asal Prancis itu akan berpasangan dengan Granit Xhaka.

Empat pemain belakang secara beruntung diperankan oleh Bellerin, Mustafi, Koscielny dan Nacho Monreal. Urusan penjaga gawang, Petr Cech menjadi pilihan utama.

Head to Head Swansea City vs Arsenal

Secara mengejutkan, Swansea City unggul di lima pertemuan terakhir kala berhadapan dengan Arsenal. Pasukan The Swans mampu menorehkan tiga kemenangan. Sedangkan The Gunners hanya meraih dua kemenangan saja.

Liberty Stadium
Liberty Stadium akan menjadi venue untuk laga Swansea melawan Arsenal

Pertemuan terakhir kedua tim tersebut, terjadi pada tanggal 15 Oktober 2016. Kala itu, Meriam London yang bermain di Emirates Stadium mampu meraih kemenangan tipis 3-2. Sementara laga terakhir yang dimainkan di Liberty Stadium, tuan rumah harus mengakui kehebatan sang lawan dengan skor 0-3.

Liverpool vs Manchester City

Liverpool vs Manchester City, Duel Papan Atas

Manchester City akan mengawali pergantian tahun baru 2017 dengan bertandang ke Anfield Stadium, markas Liverpool. Laga yang merupakan pertandingan penutup paruh musim tersebut akan dilangsungkan pada tanggal 1 Januari 2017 dan akan dimulai pada pukul 00.30 WIB. Tentu, kemenangan akan mengunci posisi runner up di tabel klasemen. Lantaran kedua tim berada di papan atas.

Liverpool vs Manchester City
Liverpool akan menutup paruh musim Liga Inggris dengan melawan Manchester City

Sejauh ini, The Reds mengoleksi poin sebanyak 40 angka dan berhak mengklaim posisi kedua di klasemen. Tertinggal enam poin dari Chelsea yang hingga kini masih kokoh di puncak klasemen.

Sementara itu, The Citizens hingga pekan ke 18, berhasil mengumpulkan angka sebanyak 39 poin. Hanya berjarak satu poin saja dari Liverpool yang akan menjadi lawannya di pembukaan awal tahun baru nanti dan berselisih dua angka dari Arsenal yang berada di peringkat keempat.

Dengan meraih kemenangan, baik dari kubu tamu maupun kubu tuan rumah, maka akan menutup paruh musim pertama sebagai runner up. Tak hanya mempertaruhkan urutan kedua saja untuk sementara, tetapi juga gengsi antara kedua pelatih yang pernah bersaing di Bundesliga Jerman. Kala itu, Jurgen Klopp menjadi pelatih Borussia Dortmund dan Pep Guardiola melatih Bayern Munich.

Rivalitas Klopp Vs Pep

Rivalitas antara Klopp dengan Guardiola akan menambah bumbu panas laga antara Liverpool melawan Manchester City dalam lanjutan matchday 19 Liga Primer Inggris pada hari Minggu dinihari mendatang.

Jurgen Klopp vs Pep Guardiola
Perseteruan antara Jurgen Klopp vs Pep Guardiola

Jurgen Klopp yang saat ini menangani The Reds dan Pep yang menjadi nahkoda The Citizens telah memiliki sejumlah riwayat pertemuan yang terbilang sengit. Saat keduanya meniti karir di Jerman. Kala itu, Klopp menukangi Die Borussen, sementara Guardiola menangani Die Roten. Pertarungan kedua klub raksasa tersebut menjadi kuali panas ketika kedua manajer beradu taktik.

Uniknya, rivalitas antara Klopp dengan Pep bukan terjadi karena pertarungan mereka diatas lapangan. Melainkan karena sosok Mario Goetze. Pemain yang disaat partai final Piala Dunia 2014 di Brasil itu menjadi pahlawan bagi tim Nasional Die Mannschaft dengan mencetak gol di menit-menit akhir pertandingan dan memastikan Jerman keluar sebagai juara, merupakan titik awal perseteruan antara Klopp dengan Guardiola. Seperti yang dirilis oleh media setempat, transfer Goetze ke sang rival menjadi titik awal permasalahan.

Goetze yang sejak remaja merupakan pemain didikan Klopp, seketika berpindah tim dan membela Munich yang merupakan rival abadi Dortmund. Padahal, Jurgen Klopp masih ingin menggunakan jasanya. Sehingga, memicu sedikit amarah Klopp dan memberikan sedikit pernyataan.

“Pindahnya Goetze secara tiba-tiba ini sangat membuat saya shock. Mungkin karena ada sosok Guardiola. Orang tersebutlah yang membuat pemain andalan kami pergi begitu saja. Mungkin karena Ia ingin bermain dengan taktik ala Pep,” ungkap Klopp.

Namun, Pep tidak menanggapi komentar rivalnya tersebut. Manajer asal Spanyol itu hanya diam saja dan lebih fokus pada seluruh pemainnya agar mampu memberikan penampilan yang maksimal diatas lapangan. “Kurasa, kami hanya fokus pada apa yang akan kami kerjakan,” ujar Guardiola.

Catatan Pertemuan Klopp Dengan Guardiola Saat di Jerman

Pertemuan antara Jurgen Klopp dengan Pep Guardiola pada hari Minggu dinihari mendatang, merupakan pertemuan pertama mereka di tanah Britania. Namun, pertandingan tersebut bukan untuk pertama kalinya pertemuan antar kedua pelatih. Sebelumnya, mereka pernah saling mengalahkan satu sama lain ketika meniti karir di Jerman.

Anfield Stadium
Anfield Stadium akan menjadi venue laga antara Liverpool vs Manchester City

Pertemuan pertama kedua manajer top tersebut terjadi pada bulan Juli 2013, ketika itu Borussia Dortmund berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 4-2. Namun, empat bulan berselang, giliran Bayern Munich yang berhasil mempermalukan sang rivalnya tersebut dengan kedudukan akhir 0-3.

Secara total, Klopp sukses mengalahkan Pep sebanyak dua kali saja. Sementara, Guardiola meraih kemenangan sebanyak lima laga.